JANGAN TAKUT
(2 TAWARIKH 20)
Pendahuluan:
Ketakutan adalah perasaan yang menghinggapi setiap kita dalam menjalani
hidup dimasa Pandemi ini. Rasa takut adalah manusiawi ketika kita menyadari
kelemahan, keterbatasan kita dan keadaan yang terjadi diluar menjadi ancaman
yang setiap saat pada kita.
Bagaimana sikap respon kita sebagai orang percaya Tuhan? Apakah ketakutan
ini akan membuat kita terpuruk, stress, emosi dan menyalahkan semua, atau
menghadapi dengan keyakinan.
Kita belajar dari kisah raja Yosafat dalam 2 Tawarikh 20 : 1-30
Bagaiamana ketika kerajaan Yehuda mendapatkan khabar dan ancaman
penyerangan dari bangsa Moab, Amon dan orang orang pegunungan Seir.
Yosafat merasa takut dan gentar karena kekuatan tentaranya tidak sebanding dengan kekuatan musuh musuhnya.
Rasa takut Yosafat:
“Karena kami tidak mempunyai
kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami.
Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, “( 2 Taw 20:12 )
Cara Yosafat menghadapi Masalah:
Yosafat menjadi takut, lalu
mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh
Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta
pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk
mencari TUHAN. ( 2 Taw 20:2-4)
Yosafat Berseru kepada TUHAN:
“Bila sesuatu malapetaka menimpa
kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan
berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah
ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau
mendengar dan menyelamatkan kami.” (20:9)
Jawaban & Janji TUHAN:
“Sementara itu seluruh Yehuda
berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan
anak-anak mereka. Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin
Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di
tengah-tengah jemaah, dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh
Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN
kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini,
sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Dalam
peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah
berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan
kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka,
TUHAN akan menyertai kamu.“ (2 Taw 20: 13-17)
Iman & Mujizat:
“Keesokan harinya pagi-pagi
mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat,
berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk
Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh!
Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil " Setelah
ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi
nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak
pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata:
"Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya!“ Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan
menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani
Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang
Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.Lalu bani Amon dan Moab berdiri
menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan
mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka
saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan
di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah
menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. Lalu
Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka
menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang
mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya
mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya. ( 2Taw 20:20-25)
Masalah bersama Allah
menjadi berkat:
“Lalu pulanglah sekalian orang
Yehuda dan Yerusalem dengan Yosafat di depan. Mereka kembali ke Yerusalem
dengan sukacita, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita karena kekalahan
musuh mereka. Mereka masuk ke Yerusalem dengan gambus dan kecapi dan
nafiri, lalu menuju rumah TUHAN. Ketakutan yang dari Allah
menghinggapi semua kerajaan negeri-negeri lain, ketika mereka mendengar, bahwa
TUHAN yang berperang melawan musuh-musuh Israel. Dan kerajaan Yosafat amanlah, karena Allahnya mengaruniakan
keamanan kepadanya di segala penjuru.” (2 Taw 20:27-30)
Dari peristiwa di atas kita dapat belajar:
Ketakutan Yosafat dan bangsa Yehuda dibawanya kepada Tuhan. Mereka mencari Tuhan dalam doa, seruan dan pujian penyembahan. Akibat nya terjadi mujizat dan pertolongan Tuhan yang ajaib. Yehuda diberikan kemenangan atas musuh musuhnya karena tangan Tuhan sendiri yang berperang. Jadi ketika kita bergumul dalam masalah dan ketakutan, bawa kepada Tuhan, karena Tuhan akan menolong, dan tanganTuhan yang akan menyelamatkan kita. Tuhan berperang bagi kita.
Penginjilan salah satunya melalui cara /respon kita dalam menjalani masalah
menjadi kesaksian dan nama Tuhan dipermuliakan.
Iman & Ketaatan beroleh upah/ berkat ganda dari Tuhan.
Allah tidak lalai menepati janjiNya,Ia setia dan adil.